Hiking, Caving, and Camping trip! (Part.1)

Jadi sekitar bulan Maret atau April kemaren saya dapet temen baru dari komunitas backpacker di Kaohsiung, namanya David, dia orang Amrik yang seumuran dengan saya dan sekarang di Kaohsiung bekerja sebagai guru bahasa Inggris.

Nah, suatu hari dia ngajak saya buat jalan-jalan ke Kenting, suatu daerah di sebelah selatan Taiwan yang terkenal dengan pantai dan keindahan alamnya (surely! talk about beach in Taiwan, Kenting is the best!), David ngajak berangkat Sabtu pagi pake skuter dia, dan dia bilang siapin fisik karena bakalan menempuh perjalanan lumayan lama dan rencananya kami akan kemping di Kenting.

Oke, hari yang ditunggu pun tiba! saya yang biasanya melanjutkan tidur sejenak setelah solat subuh, kali ini saya harus packing barang-barang yang akan saya bawa selama trip ini (saya tipe orang yang lebih nyaman packing yang dadakan, bukan dipersiapkan, haha)

Saya janjian dengan David di stasiun MRT Weiwuying, karena stasiun ini deket dengan apartment dia, pas ketemu sih saya sedikit kaget, lah ini bocah bule nyantai banget dandanannya, dia cuma pake kaos dan celana pendek selutut, padahal kan ini mau perjalanan yang lumayan jauh, oh iya.. saya lupa, mereka tidak pernah merasakan masuk angin, hahaha

Dan perjalanan pun dimulai..

Hari itu cuaca di Kaohsiung sangat cerah, kami menyusuri jalan di daerah selatan Kaohsiung, lalu melewati Pingtung, hal yang paling saya sukai saat perjalanan menuju daerah Kenting adalah di jalan raya kita dapat melihat gunung eh tepatnya bukit kali ya yang berbatasan langsung dengan laut.

Pemandangan selama perjalanan ke Kenting


Tujuan pertama dari trip ini adalah Baisha Beach 白沙灣 , Baisha Beach atau Pantai Putih ini adalah salah satu pantai terkenal di daerah Kenting, pantai ini adalah salah satu pantai yang dijadikan salah satu lokasi syuting film Life of Pi (salah satu film favorit saya nih!), sebenernya menurut saya pribadi pantai ini sama aja kaya pantai di Indonesia, yang bikin beda tentunya pantai ini dijaga dengan baik, ngga ada sampah bertebaran, dan untuk masuk tidak dikenakan pungutan apapun termasuk ongkos parkir.


Baisha Beach 白沙灣
Setelah 2 jam disana, kami lanjut perjalanan lagi, David nawarin ke saya mau ngga perjalanannya spontanitas aja, maksudnya yaa ngalor ngidul aja kemanapun tanpa tujuan, kalo ada tempat bagus ya berhenti, saya mah jelas ngeiyain toh untuk packing aja saya sukanya dadakan apalagi perjalanan.

Perjalanan selanjutnya David ngajak ke Kenting National Park, tempat ini sebenernya sudah pernah saya kunjungi bulan Oktober tahun kemaren, tapi jalur yang diambil kali ini agak berbeda karena jalur kali ini nanjak lewat gunung (yaiyalah namanya juga National Park). Setelah sampai di tempat parkir sepeda motor, kami pun melanjutkan dengan berjalan kaki, tempat ini sih sebenarnya tempat wisata yaa katakanlah mirip kebun raya Bogor tapi versi banyak tanjakan, sampai disana cuaca agak gerimis dan bodohnya saya lupa bawa payung! ah tapi bukan masalah toh saya robocop.
Selama jalan kaki banyak sekali orang tua yang sedang berwisata di tempat ini, saya sendiri kadang heran orang tua di Taiwan kebanyakan fisiknya masih kuat, sangat sering sekali saya menjumpai kakek atau nenek yang ikut rombongan hiking di Taiwan.

Tempat pertama yang saya datengin adalah tower dimana jelas dari atas tower saya bisa liat pemandangan sekitar,  tapi saya tidak bisa berlama lama di puncak tower, karena saat itu sedang gerimis dan tentunya angin kenceng, ah tida asik lah, jadi saya cuma bentar doang buat selfie.

Selfie ganteng di atas tower
Turun dari tower David ngajakin buat ke gua, gua bukan dalam artian gue ya, tapi gua yang terbentuk dari alam, alam apa? alam mbah dukun? alam ghaib? aaah kok ngelantur gini, yaudah liat ini deh fotonya
dalam gua, bukan elo

Bersambung dulu ya...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar