Hikayat Bebek.

Assalamualaikum.... Wr...












Tadi malam saya mimpi ketemu Almarhum Lemmy Motorhead, ceritanya saya lagi goreng bakwan, trus mendadak beliau dateng nawarin saya tiket ke Dufan, mau ditolak enggak enak tapi diterima jadi enak ya sudah saya terima saja tawaran tiket itu, lagipula saya sudah lama enggak ke Dufan, terakhir empat tahun lalu.

Nah pas saya mau nerima tawaran tiket itu eh alarm handphone bunyi jadi aja saya kebangun, untung saya masih ingat mimpi barusan, jadi aja saya jadikan intermezzo buat tulisan saya ini, karena sebenarnya saya bukan mau cerita tentang Lemmy Motorhead yang ketemu saya pas lagi goreng bakwan.

Saya mau cerita dongeng, tepatnya dongeng sebelum bangun.

Boleh ya?

Ini ceritanya, selamat membaca.


***


Pada zaman sekarang kala, hiduplah seekor ibu bebek, dia adalah bebek betina yang kuat, tangguh, dan cerdas, selain itu ibu bebek ini punya lagu favorit yaitu Sempurna yang dinyanyikan oleh band Andre and the bebekbon.

Suatu ketika, ibu bebek ini iseng pengen bertelur, lalu bertelurlah dia, eh ternyata dari telur itu lahirlah seekor bebek baru yang berjenis kelamin jantan, alhamdulillah... Tadinya ibu bebek ingin merayakan kelahiran putranya ini, tapi karena kesulitan ekonomi dan dia tidak mengerti bahasa manusia kalau ingin belanja ke Indomaret jadilah ibu bebek hanya bisa merayakan kecil-kecilan.

Waktu berlalu, anak bebek yang diberi nama Folbek ini tumbuh menjadi anak bebek yang lincah, sehat, dan cerdas, meskipun dia tidak sekolah tapi dia bisa mengerjakan soal-soal fisika yang sulit, apa rahasianya? Ternyata Folbek ini sembarangan saja mengerjakan, dan setelah mengerjakan dia pamer ke teman-temannya para anak bebek yang buta huruf dan lugu, jadi aja dia kelihatan pintar di mata teman-temannya.

Karena dianggap pintar, maka Folbek ini merasa jumawa, dia merasa dialah segalanya, padahal kan dia bukan siapa-siapa, karena bagiku engkaulah yang segalanya...


Lanjut jangan nih ceritanya? Lanjut lah ya.


Di usianya yang beranjak remaja, Folbek ingin mencari pengalaman di dunia luar. Berbeda dengan ibunya, Folbek lancar berbahasa manusia, dia belajar secara otodidak dari Mulyadi, anak pemilik peternakan yang setiap hari datang ke kandang untuk memberi makan, melalui Mulyadi inilah perlahan tapi pasti Folbek mulai mengerti bahasa manusia yang kebetulan saat itu bahasa Indonesia.

Meskipun bisa berbahasa manusia, Folbek tidak pernah menunjukkannya secara langsung kepada Mulyadi, dia takut kalau Mulyadi tahu kemampuannya itu dia akan ditunjuk sebagai juru bicara pihak peternakan kepada hewan ternak, sebagai hewan billingual pertama di peternakan Folbek lebih memilih diam setiap Mulyadi datang membawa makanan, karena tidak baik kalau makan sambil bicara apalagi sambil senam lantai.

Malam Rabu Pahing Folbek menemui ibunya yang saat itu sedang menonton kandang, maklum namanya juga peternakan, tidak ada tv atau internet jadilah para bebek hanya menonton kandang, seringkali para bebek tertawa melihat kandang, katanya lucu, saya sendiri sebagai penulis merasa kasihan dengan kondisi psikologis mereka, mungkin mereka sangat stres dan kekurangan hiburan, karena itu melihat kandang saja mereka ketawa, kalau saya punya uang berlebih rasanya ingin mengajak mereka refreshing ke bioskop, nonton film? Bukan, nonton sobekan tiket.

Eh, sampai mana tadi? Oh iya, sampai Folbek menemui ibunya.

Nah, ibunya yang saat itu sedang menonton kandang sambil ketawa karena katanya kandang lagi stand up comedy mendadak kaget seperti disambar petir, bagaimana tidak, anak satu-satunya meminta ijin untuk pergi merantau.

"Wek wek weeeek wekwek wek weeeek wek wrekekek??"

Eh maaf saya lupa menerjemahkan dalam bahasa manusia, ini percakapan mereka yang sudah diterjemahkan biar kamu mengerti.

"Apaah? Kamu mau pergi meninggalkan ibumu??" tanya ibu bebek.
"Iya bu... Aku ingin mencari pengalaman"
"Kamu tega meninggalkan ibu di sini sendirian?"
"Lah, kan ibu ngga sendirian, ada ratusan bebek lainnya keless"
"Oh iya ya tul ugha" jawab ibu bebek
"Nah, jadi ibu ngijinin ngga?"
"Hmm..."

Ibu bebek lama sekali memikirkan perijinan ini, sampai 73.4 menit dia memikirkannya.

"Bu! Jadi gimana bu?" Tanya Folbek menyadarkan ibunya dari lamunan
"Eh copot-copot"
"Ih ibu latah deh"
"Ya kan maklum ibu udah tua, kamu nanya apaan tadi?"
"Iya, ini bu, ibu ngijinin ngga aku merantau?"
"Folbek... Ibu sebenarnya kuatir kalau kamu merantau"
"Kuatir kenapa bu?"
"Kamu mau jadi kaya Malin Kundang?
"Jadi anak durhaka yang karena merantau dan dikutuk jadi batu maksud ibu?"
"Eh? Bukan... Itu tuh.. yang mau merantau trus di kapal kenal dan naksir cewek lalu kapal yang dia naikin tenggelam"
"Itu bukan Malin Kundang bu, itu Jack Dawson di film Titanic"
"Oh iya, itu maksud ibu, Jek... Jek apa tadi?"
"Jack Dawson"
"Nah itu, Jek Samson..."
 
Setelah perundingan panjang dan sengit antara Folbek dan ibunya karena mereka mendebatkan mengapa Jack jadi mati di film Titanic padahal di samping Rose masih ada sedikit space buat dinaiki Jack, akhirnya ibu bebek mengabulkan permintaan anaknya itu.

"Ya sudah, kamu silakan merantau, tapi ibu takut kamu bakal ngalamin nasib kaya di film itu"
"Lah, kan aku ngga naik kapal bu, aku jalan kaki"
"Eh? Serius jalan kaki?"
"Iya bu, lagian kalau aku naik kapal dan kapalnya tenggelam kan aku bebek jadi bisa berenang"
"Wah kalau gitu aman ya, baydewey nih, kamu punya uang buat merantau?"
"Engga bu, ibu mau kasih aku bekal?"
"Engga sih, basa basi aja, bebek kan engga mungkin megang uang"

Singkat kata akhirnya Folbek diberi izin oleh ibunya, dan seketika itu dia langsung menyusun strategi bagaimana cara merantau tanpa ketahuan Mulyadi. Sebagai gambaran, rutinitas di kandang bebek itu rumit, mereka (para bebek) harus makan saat Mulyadi datang memberi makan, lalu harus keluar kandang untuk digiring Mulyadi pergi ke kolam, alasannya sih untuk mandi, yang membuat rumit adalah meskipun ini rutinitas tapi waktunya tidak menentu, suka-suka Mulyadi saja kapan mau kasih makan kapan mau nonton bebek mandi, Mulyadi otoriter!

Folbek mendapat ide, dia ingin melancarkan niatnya itu saat Mulyadi datang dan menggiring mereka ke kolam, dia akan kabur dari rombongan saat di perjalanan, tapi dia butuh bantuan karena tidak mungkin dia mendadak kabur saat perjalanan, karena biasanya perjalanan bebek menuju ke kolam itu sangat tertib, nah saat inilah dia meminta bantuan dari teman-teman ibunya untuk membuat keributan ketika menuju kolam, untungnya para ibu-ibu bebek langsung menyanggupi permintaan Folbek.


Sekedar ilustrasi, nemu di google image.


***

Hari pelarian.

Pagi itu Mulyadi datang ke kandang dengan mengenakan kaos bertuliskan I LOVE HER, BUT SHE LOVES HIM. Iya... Meskipun berwajah knalpot motor 2 tak tapi hati Mulyadi selembut adonan martabak.
Konon dia sangat menginginkan dipanggil bebeb sama seseorang, tapi karena orang tersebut melukai hatinya dengan menerima lamaran dari anak pak lurah jadi dia bersumpah "Daripada enggak ada yang manggil aku bebeb, lebih baik aku dekat dengan bebek!"
Dan jadilah Mulyadi seperti sekarang.

Kedatangan Mulyadi pagi itu ke kandang adalah untuk mengajak para bebeb bebek untuk pergi ke kolam, mengetahui hal itu Folbek langsung memberi isyarat ke ibu-ibu bebek yang sedang asik ngerumpi tentang sinetron yang ditonton tadi malam (alias nonton kandang), ibu-ibu yang diberi isyarat langsung paham apa yang dimaksud Folbek tersebut, dan di sisa waktu yang ada Folbek juga meminta izin kepada ibunda bahwa dia akan pergi dan enggak tahu kapan akan kembali.

"Bundooo... Ini saat terakhir aku, aku pamit ya bundo"
"Iya nak, jaga diri kamu ya, sukses di negeri orang"

Brakkk!
Belum sempat Folbek mencium tangan ibunya untuk berpamitan (jangan dibayangkan bagaimana bebek bisa salim, namanya juga dongeng) Mulyadi datang dengan galah panjang sebagai alat navigasi para bebek menuju kolam.

Satu persatu bebek mulai keluar dari kandang menuju kolam, letak kolam sebetulnya tidak jauh, hanya sekitar 500 meter dari kandang, yang membuat jauh adalah kaki bebek yang kecil jadi mereka harus melangkah lebih banyak daripada Mulyadi.

Sekitar 100 meter setelah keluar kandang, aksi pun dilancarkan.

Ibu-ibu bebek yang kemarin sudah diberi arahan oleh Folbek langsung berpura-pura membuat keributan di kerumunan bebek yang lain, mereka berteriak dan membuat kegaduhan secara mendadak di tengah perjalanan.

"Dia pikiiiiiir, dia yang paling hebat, merasa paling jago dan paling dahsyat!"

Eh itu lagu Petualangan Sherina, enggak ada hubungannya sama cerita ini, pokoknya keributan yang terjadi di kerumunan bebek itu membuat Mulyadi kelabakan, dia (Mulyadi, bukan bebek) kebingungan kenapa para bebek yang biasanya tertib mendadak heboh dan susah diatur seperti ini.

Folbek yang tahu rencana berjalan seperti seharusnya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, dia (Folbek, bukan Mulyadi) langsung berlari memisahkan diri dari rombongan, ke mana? Entahlah yang ada di pikirannya sekarang hanyalah kabur untuk keinginannya merantau sejauh-jauhnya!

***

Hampir satu jam Folbek berlari, akhirnya dia merasa cukup jauh dari rombongan, dia tidak tahu di mana dia saat itu, yang ada hanyalah aspal dan semak-semak, Folbek yang kini sebatang kara terus berjalan menyusuri jalan yang entah berakhir di mana.

Di tengah perjalanan, datang seorang manusia dengan tinggi badan sekitar 170 cm dan memakai jaket berwarna merah marjan (sirup), awalnya Folbek hanya cuek khas bebek ketika manusia tersebut mendekatinya, "Ah, paling cuma numpang lewat" pikir Folbek saat itu, tapi ternyata manusia tersebut semakin mendekat, Folbek yang didekati oleh orang asing langsung refleks berbahasa manusia.

"Hey!, mau apa kamu manusia?"
"Loh? Kamu bisa berbicara bahasa manusia? Kaget!" Jawab manusia itu sambil kaget
"Iya! Meskipun aku bebek aku bisa berbahasa manusia!"

Dan dimulailah perkenalan di antara mereka. Manusia tersebut adalah Om Santoso, petani yang tinggal di kampung sebelah, saat itu kebetulan Om Santoso sedang ingin pergi ke kota, pengen ikut klub Zumba katanya, karena di perjalanan kasihan melihat Folbek yang berjalan kaki dan ternyata bisa berbahasa manusia Om Santoso lantas mengajak Folbek untuk pergi ke kota menaiki sepeda motornya, Folbek yang saat itu sudah lelah berlari langsung mengiyakan tawaran Om Santoso untuk menaiki sepeda motornya.

Selama di atas motor Folbek mengenang kehidupannya di kandang, dia ingat waktu dulu dia baru menetas dari telor, menjadi bayi bebek yang pengen minta ASI tapi enggak mungkin karena dia bukan mamalia, menjadi anak bebek, remaja bebek, hingga sekarang menjadi bebek dewasa yang mencari jati diri dengan merantau, dia bertekad untuk menjadi bebek yang sukses karena perjuangan untuk bisa seperti ini sangatlah sulit!

Akhirnya setelah satu jam perjalanan sampailah mereka di kota, dan motor Om Santoso mengarah ke tempat karaoke terdekat untuk kemudian berhenti di situ lalu Om Santoso masuk ke gedung tersebut, Folbek diminta untuk menunggu di luar karena Om Santoso katanya cuma sebentar saja, beliau mau nyanyi dua album Dewa19.

Folbek yang ditinggal di parkiran bingung mau ngapain selama Om Santoso karokean. "Ah, aku tidur ajalah, capek nungguin orang nyanyi" gumam Folbek saat itu.

Baru saja Folbek mau merem, ada seseorang yang mendekati motor, apakah itu Om Santoso? Bukan! Lho? Orang ini mau ngapain? Dia mulai mencongkel bagian kunci sepeda motor Om Santoso! Dia maling! Wah maliiiiing!

Kaget melihat ada bebek bisa berteriak orang tersebut langsung mendekap Folbek dan membawanya lari, dasar maling kekurangan yodium, bukannya bawa motor malah bawa bebek!

Folbekpun dimasukkan sang maling ke ruangan khusus, entah di mana, yang Folbek rasakan hanyalah gelap dan pengap, dia ingin menangis tapi tidak bisa, kenapa? Karena saya sebagai penulis enggak tahu gimana bebek menangis.

Setelah berhari-hari tinggal di ruangan tersebut akhirnya sang maling menampakkan diri, tapi maling itu dengan paksa langsung menarik badan Folbek ke suatu tempat yang sudah disediakan! Dan di tempat itu ada banyak pisau! Waaaaaa!


***

Nah teman-teman pembaca, demikianlah akhir dongeng ini, akhir kata mohon maaf kalau saya ada salah ucap.





Loh? Kok gitu aja ceritanya?
Iya teman-teman, karena Folbek sekarang sudah berubah, dia bukanlah seperti Folbek yang dulu lagi.

Memangnya jadi apa?

Jadi ini...






Folbeknya kakaaak.




TAMAT.


Share:

1 komentar:

  1. Sebenarnya folbek tidak berakhir dengan mati dimakan manusia, melainkan konon dia berhasil melarikan diri ke negeri seberang dan mengganti namanya dengan nama samaran menjadi albibek karena terinspirasi dari film nya Arnold Switzerlandmickjagger dan ia menikah dengan gadis kukang yang bernama Solusih yakni anak dari Rob kukang sang veteran perang kebon ganja. Karena albibek mengagumi sosok mertua nya yang dulu pernah menjadi pahlawan di medan perang kebon ganja, maka saat ia dan Solusih memiliki anak yang wajahnya tampan rupawan, ia beri nama kepada anaknya itu dengan terdapat unsur nama mertua nya yakni Rob. Mengingat Albibek adalah satwa jenis bebek kampung, maka ia menambahkan unsur nama nya setelah kata 'Rob' dengan kata 'Bek' dari Bebek. Akhirnya pasutri satwa tersebut memiliki anak yang bernama Robbek yang dimana nama tersebut diklaim oleh suatu perusahaan sepatu asal Barat. Pokonya negeri Barat, jangan nanya lagi pokoknya yang bikin nya Bule lah itu mah orang asing.

    BalasHapus