Kisah si Anjas.

Jadi saya punya teman, namanya Anjas.

Tadinya saya enggak mau kenal sama Anjas, tapi berhubung sewaktu SMA kami dua tahun sekelas ya sudah kami jadi kenal lalu akrab sampai sekarang.

Anjas ini sewaktu kecil suka main dingdong, itu lho mainan elektronik jaman dulu yang kalau kita kasih makan koin terus bisa kita mainkan sampai batas waktu tertentu, asyik ya? Tapi saya sekarang lagi enggak mau cerita dingdong.

Saya mau cerita Anjas batal nikah.

Haah? Batal nikah?!


***


Di suatu hari yang ada di tahun kemaren, karena lelah seharian di kelas dan baru pulang ke dormitory saya yang juga sudah makan sambil nonton Komeng mendadak iseng buka whatsapp dan memulai chat ke Anjas .
(sudah saya terjemahkan dari bahasa Banjar ke bahasa Indonesia biar bisa dimengerti barangkali dibaca Armand Maulana)

Ayub : Njas, bosen nih, bikin keramaian yuk
Anjas : Apaan?
Ayub : Bikin isu
Anjas :Maksudnya?
Ayub : Yaa bikin rame
Anjas : Dimana?
Ayub : Di grup ipadua (grup whatsapp SMA saya)

Lama menunggu balasan

Ayub : Njas, gimana? Mau ngga?
Anjas : Eeeh tadi lagi makan, yok, bikin isu apaan?
Ayub : Bikin undangan pernikahan
Anjas : Undangan pernikahan siapa?
Ayub : Yaa bikin aja isu kalau Rambo nikah (nama asli Rambo adalah Radhian, sayalah yang pertama memanggilnya Rambo, dia teman sekelas kami juga semasa SMA)
Anjas : Ide bagus tuh, trus mempelai perempuannya siapa?
Ayub : Hmm... Chelsea Islan aja gimana?
Anjas : Jangan Chelsea Islan, yang lain aja, nanti beneran jadi doa
Ayub : Kalau kamu aja gimana?
Anjas : Aku jadi mempelai perempuan?
Ayub : Bukaaan, kamu yang jadi mempelai laki-lakinya Chelsea Islan, mau ngga?
Anjas : Kalau beneran jadi doa mau aja (iya, Anjas ini fans Chelsea Islan)
Ayub : Bener ya, nanti siapa yang postingnya di grup ipadua? Aku aja atau kamu?
Anjas : Ente aja Yub, nanti aku pura-pura kaget kok undangan sudah tersebar ke publik
Ayub : Eh, atau nanti minta Hery aja yang nyebar?
Anjas : Boleh-boleh, dia punya sifat terpuji nabi, bisa dipercaya dan amanah
Ayub : Oke, aku bikin dulu ya

Nah malam itu saya langsung cari contoh undangan dan kalimat pernikahan yang lazim digunakan, setelah dapat contoh saya buka photoshop dan mulailah membuat desain undangan pernikahan semeyakinkan mungkin.

Satu jam berlalu.

Dan akhirnya desain undangan pun selesai, saya chat lagi Anjas.

Ayub : Njas, sudah selesai nih *saya kirim juga desainnya
Anjas : Haduuuh... Geli aku bacanya
Ayub : Asik ya?
Anjas : Hooh, tapi nama-nama di undangan itu siapa aja?
Ayub : Ngga tau, ngasal aja

Jadi awalnya saya pengen nulis Chelsea Islan sebagai mempelai perempuan, tapi saya ingat Anjas (dan saya) kan ngefans berat sama Ghaida JKT48, jadi saya tulis aja nama lengkap Ghaida sebagai mempelai perempuannya, karena enggak banyak yang tahu nama lengkap Ghaida.
Oh iya, lazimnya kan undangan juga menyertakan nama keluarga besar dan tokoh-tokoh yang turut diundang, nah untuk ini juga saya isi, tapi sembarangan saja, yang penting meyakinkan.

Anjas :  Ih, aku jadi ngga tega nih sama temen-temen ipadua
Ayub : Ngga apa-apa, biar rame, daripada grup sepi gini ngga ada obrolan
Anjas : Ya udah, aku ngga ikut campur ya, situ aja yang mainkan
Ayub : Siap bos!
Anjas : Jadi kapan mau disebar?
Ayub : Ntar weekend aja, biar pas anak-anak lagi free, supaya asik.
Anjas : Ya sudah, terserah kamu aja

Saat itu juga langsung saya hubungi Andre, Rambo, Adit, Emen, dan Hery tentang ide saya ini, mereka adalah teman SMA saya dulu dan kebetulan beberapa dari mereka juga tinggal satu kost dengan Anjas selama beberapa tahun.

Buat apa saya kasih tahu ide ini ke mereka?

Begini, semasa kuliah hubungan di grup SMA kami tetap jalan, setiap hari selalu ada pembicaraan yang sebetulnya tidak penting di grup whatsapp kami, nah mereka ini saya minta buat berpura-pura kaget ketika tahu kabar pernikahan Anjas dan ngasih selamat biar ada kesan "akhirnya diumumkan juga siapa perempuan itu", intinya mereka saya briefing biar isu ini kelihatan nyata, yaa kamu tahu sendirilah informasi yang bisa dipercaya adalah yang berasal dari orang-orang terdekat, dan mereka inilah orang-orang terdekat Anjas. Konspirasi kecil-kecilan.

Oke, desain undangan sudah jadi dan tim hura-hura sudah siap.

Tinggal menunggu weekend tiba!

Merekomendasikan Hery sebagai informan (dalam bahasa Banjar)



***


Akhirnya weekend yang dinantikan tiba, saya sengaja menunggu siang sambil mengingatkan teman-teman yang sudah saya kasih tahu untuk menyebarkan isu ini.
Nah itu dia si Hery yang saya suruh buat menyebarkannya di grup kelas SMA saya, kenapa Hery yang dipilih? Simpel, karena Hery adalah teman Anjas satu fakultas dan dia yang lebih dekat selama masa perkuliahan.

Dan undangan inipun disebarkan ke grup whatsapp kelas SMA saya.




Ow, kamu tahu betapa ramainya grup kelas SMA saya setelah undangan itu disebar?
Hampir semua penghuni di grup muncul dan memberikan selamat ke Anjas, ada juga yang surprise kok Anjas yang belum pernah terdengar soal asmara tahu-tahu menyebar undangan nikah, dan juga 5 teman yang sudah saya kabari menambah heboh suasana di grup whatsapp.

"Anjas! Selamat! Semoga jadi keluarga yang samawa!"
"Akhirnyaa, sampai juga jodohnya, selamat Njas!"
"Aku bakal dateng nanti!"
"Waaw! Ini toh perempuan yang selama ini dirahasiakan, turut berbahagia Njas!"
"Ini nih, diam2 menghanyutkan, keren Njas!"

Dan saya jelas turut memberi selamat,
Walaupun mengetiknya sambil tertawa~

Info yang disebarkan Hery

Info yang disebarkan Hery

Ucapan selamat dari teman-teman kelas


Tapi kehebohan tidak sampai di situ, si Andre ternyata juga mengupload undangan itu di path nya, dan banyak teman-teman kami semasa SMA yang berasal dari kelas lain juga mengomentari, mereka sama-sama kaget tahu kabar ini, dan rupanya kabar ini menjadi viral, sampai salah seorang teman mengirim pesan ke Line saya.

"Yub, Anjas beneran nikah?"
"Eh? Kabar dari mana?" Jawab saya
"Itu di pathnya Andre"
"Loh? Waah Anjas tau2 udah mau nikah aja, kasih selamat yuk ke dia"

Dan saya membalas Line itu dengan (lagi-lagi) penuh tawa.

Pokoknya sepanjang hari itu yang saya lakukan hanyalah tertawa setiap melihat isi grup whatsapp kelas, semua yang muncul memberikan selamat, Anjas sudah seperti superstar karena dikabarkan menikah, iya... Anjas yang sebelumnya tidak pernah terdengar soal asmara dan tidak ada yang tahu sedang dekat dengan perempuan mana sekarang justru mau menikah!

Dan dengan seorang perempuan yang, hmm tidak ada yang kenal... Kecuali saya tentunya. 


***

Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya Tupai melompat, apa daya tangan tak sampai. Begitu juga isu pernikahan Anjas ini, kalau bukan teman saya si Ema yang curiga karena di undangan ini tidak mencantumkan nama ibu dari kedua mempelai mungkin isu ini takkan ada yang tahu kebenarannya sampai saya sendiri menyampaikan pengakuan.

Akhirnya ketahuan Ema


hahaha, maafkan saya Riskon, ketua kelas kami yang saat itu berkomentar "Secukupnya aja kalau bercanda, sudah usia segini".

Percayalah, saya membuat ini hanya karena rindu dengan kalian, saya tahu kalian sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, saya cuma ingin kalian sesekali menampakkan diri di grup ini dan tidak sekedar menjadi silent reader, maafkan jika saya banyak mengoceh memenuhi notifikasi kalian, saya senang tahu kabar kalian yang sudah meniti karir mengejar mimpi masing-masing, saya bangga pernah menjadi bagian dari cerita kalian, ketahuilah... segala useless chats yang sering saya lakukan di grup tidak lain hanyalah usaha saya agar silaturahmi kita tidak putus, karena saya sayang kalian, orang-orang yang beberapa tahun ke depan akan menjadi sosok hebat, sebagai pengusaha sukses, dokter, birokrat, akademisi, apapun itu.

Semoga kalian selalu ingat dengan saya.


See you on top, great people!






Tambahan :

Beberapa bulan kemudian saya baru tahu, isu ini ternyata juga menyebar ke teman-teman satu fakultas Anjas, dan pada tanggal yang tercantum ada teman kuliah Anjas yang hampir datang ke gedung tempat resepsi.
Share:

4 komentar:

  1. Ups. Usil ini namanya. Hahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. makluum... biar ada yang diceritain kalau sudah tua

      Hapus
  2. "segala useless chats yang sering saya lakukan di grup tidak lain hanyalah usaha saya agar silaturahmi kita tidak putus" waini kena banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahkan nyamuk yang kita benci juga ada gunanya, karena mereka ada pabrik obat nyamuk yang punya karyawan dan bisa kasih kehidupan buat manusia

      Hapus