Petualangan Sherina (Bagian 1)

Disclaimer!
(Apaan sih arti disclaimer?)

Kali ini saya mencoba membuat cerita bersambung, ini adalah cerita alternatif dari Petualangan Sherina yang sudah pernah rilis belasan tahun lalu. 
Adapun genre cerita ini adalah drama petualangan romantis reliji pop rock en roll.

Selamat membaca! 

Bukan bagian dari cerita, cuma biar keliatan asik di cover


***

Di sebuah kota yang disebut Jakarta, hiduplah seorang anak SD yang bernama Sherina, dia adalah anak yang sangat baik, pintar, dan pandai bergaul, karena kepandaiannya itulah maka dia mempunyai banyak teman. Sherina bergaul tanpa memilih-milih, dia ramah kepada saja termasuk ke hewan peliharannya yang bernama Serigala.

Serigala adalah ikan mas koki yang dibelinya dari bang Saepul, nah bang Saepul ini tinggal di daerah Manggarai, hobi bang Saepul adalah rooftop party di genteng kontrakannya, biasanya bang Saepul...

Bentar, kok jadi cerita bang Saepul ya? Balik lagi ah ke Sherina!

Nah, suatu hari saat Sherina baru pulang sekolah, namanya juga di film, Sherina pulang sekolah sambil nyanyi-nyanyi penuh keceriaan, padahal dia lipsing.

Sampai di rumah, Sherina menjumpai ibunya dengan wajah muram, hati kecil bocah berumur 9 tahun ini mendadak gusar, jarang sekali dia melihat wajah ibunya sesedih ini.

"Wahai mommy..."
"...."
"Mom..."
Masih saja ibunya tidak menjawab
"EMAAAK!"
"Eh iya, iya, kenapa? Ngagetin emak aja"
"Lagian dipanggil enggak noleh"
"Lah kan emak lagi pake headset ini denger lagu Slipknot live in Ponorogo enak buat joget"


Singkat cerita, ternyata ibu Sherina bersedih karena ayah Sherina memutuskan untuk keluar dari perusahaannya sekarang untuk bekerja di tempat lain.

"Sherina..." ucap sang ayah memanggil namanya
"Iya yah..."
"Kamu tahu, kenapa ayah harus pindah ke Bandung?
"Karena mengejar cita-cita ayah?"
"Iya betul, kamu tahu kan gelar sarjana ayah?"
"Tahu yah, S.Ikom kan?"
"Nah, tahu kepanjangan S.Ikom?"
"Sarjana Ilmu Komedi Olahraga dan Musik yah"
"Loh, kok tahu? Kan kamu masih SD"
"Ya kan sama kaya gelar orang yang nulis cerita ini yah"

Tak terasa sore beranjak malam, di depan sebuah akuarium berisi Serigala, Sherina tampak galau, datanglah sang ibu yang kebetulan pernah menjadi guru piano di sebuah lembaga kursus otomotif menawarinya untuk menyanyi bersama.

"Anakku sayang, kamu terlihat sangat galau"
"Iya mom.. Eh emak..."
"Kalau gitu kita nyanyi aja yuk, ini emak punya lagu yang cocok buat suasana melankolis kamu"
"Lagu apa itu ibundaku tercinta?"
"Anjing Tanah by Burgerkill...."


Dan malam itupun dihabiskan duo ibu-anak ini dengan teriak-teriak.

***

Seminggu kemudian keluarga kecil ini memulai hijrah mereka ke kota Bandung, mereka menaiki mobil pribadi yang di belakangnya sudah dimodif sedemikian rupa dengan bantuan konsultan yang pernah menangani acara TV  "Pimp My Ride", dana yang dihabiskan untuk memodifikasi mobil mereka dengan konsep elegan futuristik ini tidak play-play, maklum mengingat sang ayah yang menyenangi otomotif dengan tingkat ma'rifat yang sangat tinggi.

Dan berikut mobil mereka:



Mereka berangkat dari Jakarta sejak jam 9 pagi, dan sekarang sudah magrib tapi masih belum sampai juga di Bandung, Sherina mulai gelisah mengetahui hal itu karena sedari tadi yang terlihat hanya aspal dan pepohonan, sedangkan Sherina ingin pemandangan gerobak baso tahu yang berjejer indah.

"Ayaah... Kok kita belum sampai juga sih ke Bandung?"
"Sabar Sherina, toh kamu juga dari tadi tidur aja kan"
"Tadi aku enggak tidur ayah"
"Trus ngapain?"
"Praktek buku primbon 1001 ramalan mimpi plus tajwid"

30 menit kemudian
"Yah, aku laper..."
"Bentar ini masih di jalanan gelap"
"Tapi yah..."
"Sherina, take it easy..."
"Easy apa maksudnya?"
"Easy bensin"

2 jam kemudian
"Sherina! Bangun! Akhirnya kita sampai!"
"Horeee! Serius ayah?"
"Iyaa! Itu tuh liat... Ada tulisan gede selamat datang"
"Kurang jelas ayah, coba deketin"
"Tuh, keliatan kan jelas tulisannya SELAMAT DATANG DI BAN...."
"BAN..."
"BANYUMAS!"

Ternyata satu hari sebelum keberangkatan ayah Sherina cari tahu rute jalan buat ke Bandung, nah beliau sembarang aja nanya orang yang lewat, hampir aja beliau mau digebukin orang karena dikira mau malakin bocah ngaji, tapi untungnya hasil dari nanya itu beliau dapat informasi rute jalan dari Jakarta ke Bandung yang paling simpel:

"Oo, Bandung? Terus aja om ikutin jalan, kalau ada belok ya belok aja, pokoknya sampai bosen, kalau om bosen berarti udah nyampe"


***


Beberapa hari kemudian.


Teng...teng...teng!

Suara lonceng berbunyi menandakan kelas harus dimulai, seorang guru terlihat sedang tergopoh-gopoh memasuki kelas.

"Selamat pagi anak-anak"
"Selamat pagi buuuu"

Tapi kemudian sang guru kaget karena melihat seseorang yang ada di atas lemari.

"Siapa... Yang taruh Fariz di situ?"

Hening

"Dudung, kamu tahu siapa yang taruh Fariz di situ?"
"Icank bu"
"Icank, betul kamu yang taruh Fariz di situ?"
"Be... Betul bu.."
"Sableng kamu Icank! Kan Fariz kepala sekolah kita! Turunin!"

Hari itu adalah hari pertama Sherina masuk di sekolah barunya, dengan seragam berwarna putih-biru muda Sherina dengan canggung masuk di kelas baru, tetapi kecanggungannya itu sedikit berkurang ketika sang ibu guru yang barusan kaget karena kepala sekolah ada di atas lemari mempersilakan Sherina untuk masuk ke kelas.

"Anak-anak! Hari ini kita kedatangan teman baru"
"Waaah" ucap anak-anak ketika melihat teman baru mereka
"Anak-anak, ini dia teman baru kalian, namanya Sherina"
"Halo, namaku Sherina"
"Sherina, tulis nama lengkap kamu di papan tulis" pinta sang ibu guru.

Dan Sherina pun menuliskan nama lengkapnya di papan tulis, tadinya dia mau nulis pakai pahat biar kaya relief tapi ibu guru melarangnya, akhirnya ditulislah pakai kapur biasa.

Dan dengan tulisan yang seperti kaligrafi hansip masang togel, ditulislah nama ini:

SHERINA M DHARMAWAN

"Wah nama kamu bagus sekali Sherina" puji ibu guru
"Wkwkwk, terima kasih bu guru"
"Ngomong-ngomong, M nya apa Sherina?"
"MULYADIIII!" celetuk salah seorang siswa
"Eeeh wanian euy! Eta ngaran babeh aing!" Teriak bu guru karena kaget salah seorang muridnya meneriakkan nama papi sang ibu guru.


***


Bel istirahatpun berbunyi, anak-anak berlari ke luar kelas, ada yang ke kantin, duduk di bawah pohon, makan bekal, sabung ayam, merampok bank, jadi begal, sampai nyolong gagang pintu alfamart. Heran, ini sekolah atau sarang penyamun.

Tapi tidak untuk Sherina, karena dia saat itu adalah murid baru, otomatis dia dikerubungi oleh teman-temannya, sebagian besar teman-temannya banyak bertanya banyak hal tentang diri Sherina

"Ooh, jadi kamu suka main musik?"
"Wah, kamu sering nyanyi dong?"
"Sherina, bisa nyetak batako enggak?"

Dari kejauhan terlihat Sadam, murid yang tadi teriak Mulyadi di kelas sedang memperhatikan Sherina dengan pandangan sinis, lalu Sadam dan dua orang temannya mendekati Sherina.
Melihat Sadam cs mendekatinya, Sherina pun berdiri lalu langsung menantang Sadam.

"Kenappaa? Takut?" Cetus Sherina
"Diih, siapa yang takut!" Balas Sadam
"Mau minta maaf enggak udah ngatain aku Mulyadi?"
"Dih, geer, kan itu nama babehnya bu guru, aaah serbet warteg!"

Lalu dari jauh terdengar musik intro yang entah dari mana

Jreeeeeeeenggggg....

DIA PIKIIIIIRRR...
PIKIR, APANYA APANYA AAAPANYA DOONG

"Lah? Kok salah lagu?!"
"Eh bentar, benerin kasetnya dulu"

Teng...teng...teng!

Mendadak lonceng berbunyi lagi menandakan para murid harus kembali ke kelasnya masing-masing, aaah kan enggak jadi deh joget-joget di lapangannya.


Bersambung....


***
 
Nah kawan-kawan, kira-kira apakah yang akan terjadi pada Sherina dan Sadam setelah mereka masuk kelas?
Ayo komen di bawah dan sebarkan cerita ini biar teman-temanmu baca! Biar cerita Petualangan Sherina bagian 2 bisa langsung rilis!
Salam sayang, dari Mamang Ayub!
Share:

Phobia Tua

Selain takut kalau bumi mendadak kiamat pas saya lagi ngadu panco sama The Rock Smackdown dan takut kalau lupa pin atm karena ketuker sama nomer call center dinas kebersihan pemerintah kota Buenos Aires, saya juga punya ketakutan lain yang bersifat sangat duniawi.

Saya takut tua.

Bagi sebagian orang, tua berarti persoalan usia, tapi tidak bagi saya, di 182... Bukan, angka itu bukan umur saya, cuma nama band, Blink 182, tapi saya aminkan sajalah semoga usia saya sampai 182 tahun, aamiin...

Eh tapi ya katanya kalau mau panjang umur sampai ratusan tahun harus mau jadi jenglot,
iya JENGLOT!

Kok bisa?

Begini penjelasan ilmiahnya.

JENGLOT = 7 huruf

AWETMUDA = 8 huruf

7+8 = 15

PANJANGUMURNYAA = 15 huruf

Kebetulan? Jelas tidak.

Sudah terkesima? Pasti iya.

Mau lanjut baca? Mau dong sayang.

Oke, ketakutan tua bagi saya bukan hanya persoalan umur karena menurut saya tua itu meliputi banyak hal, tapi dalam tulisan ini hanya ada dua hal yang saya tekankan.
Sebutin jangan?

Sebutin lah ya.
Pertama, saya takut tua secara selera.

Ada sebuah pepatah bijak masyarakat bule "If it's too loud, then you are too old" yang artinya "Jika teringat tentang dikau jauh di mata dekat di hati" eh ini lirik lagu Ari Lasso sama Melly Goeslaw.
Intinya sih kamu pasti sudah tahu apa arti pepatah itu, apa? Enggak tau? Ih cari sendiri dong di kamus, udah gede gini masa harus dicariin juga?

Saya takut kalau saya tua secara selera, terutama musik. Dalam hidup saya hanya ada dua jenis musik ; keras dan sukan, yang kalau digabungkan jadi kerasukan.

Hehehe becanda.

Hampir 75% isi playlist music player saya adalah lagu-lagu dengan genre pop punk, heavy metal, alternative rock, britpop, postrock, dan mutiara hati.

Semasa SMP saya tergila gila dengan band GIGI karena karakter vokal Armand Maulana yang bagi saya dengan lagu apapun akan tetap terasa rock. Beranjak SMA saya sudah mengenal internet, di masa ini saya kenal dengan Black Dahlia Murder, Forever the Sickest Kids, MCR, The Used, Rufio, MXPX, The Brandals, All Time Low, Scenes from a movie, Pee Wee Gaskins, The Adams, The SIGIT, banyak lagi musisi lainnya. Saya mengenal mereka biasanya dari review Majalah HAI yang kemudian saya cari musik mereka di dunia maya (biasanya Myspace).

Koleksi kaset GIGI saya dari album 1994 sampai 2008, setelah 2008 saya beralih ke CD.

Beranjak kuliah saya pindah ke Bandung dengan beragam skena musik yang dimilikinya. Tahun-tahun awal berkuliah di Bandung hobi saya adalah berburu gigs, biasanya hampir setiap weekend selalu ada acara musik dan sudah dipastikan saya ada di sana. Saya menikmati masa ini, di mana saya berada dalam moshpit mendengarkan musik keras sambil dorong sana dorong sini jungkir balik di kerumunan penonton sesama penikmat musik keras atau setidaknya jika tidak berada di moshpit saya bisa mengangguk-anggukkan kepala menikmati hentakan musik yang berasal dari panggung. Ah rindu rasanya!

Ketakutan saya adalah kalau suatu saat nanti ketika mendengarkan musik keras saya tidak bisa menikmatinya, untungnya saat ini saya masih bisa menganggukkan kepala secara spontan setiap kali mendengarkan entah itu Motorhead, Seringai, New Found Glory, Bowling for Soup, dan lain-lain.
Karena saya selalu merasa beberapa tahun lebih muda setiap kali mendengarkan musik keras. Itu saja.

Ketika saya beranjak kuliah

Lalu hal kedua yang saya takutkan adalah tua secara pemikiran.

Semasa SMA dan kuliah setidaknya setiap minggu saya bisa menghabiskan satu buku dari beragam jenis, entah itu filsafat, sejarah, teologi, biografi, novel, atau komik. Sedikit banyak buku-buku ini jelas mempengaruhi pikiran saya, di satu sisi saya kecanduan dengan filsafat logika Bertrand Russel, dialektika sains Carl Sagan, progresif nusantara Gus Dur, yaa meskipun di sisi lain saya belum kesampaian untuk mempraktikkan kiat beternak lele metode pak Wahyudi.

Entah kamu setuju atau tidak, dibandingkan dengan hanya membaca artikel-artikel yang bertebaran di internet, membaca buku lebih akseleratif dalam menambah sudut pandang kita.
Membaca buku berarti membuka diri terhadap hal-hal baru, membiasakan diri untuk lebih banyak mendengar ketimbang berbicara.

Maka dari itu kamu jangan heran jika mereka yang lebih banyak ocehan tanpa substantif lebih mudah untuk terpengaruh isu apapun, mengingat terperangkap pada tempurung pola pikir adalah hak individu, dan tidak sedikit yang memanfaatkan haknya itu dengan maksimal.

Yang saya takutkan dari tua secara pemikiran adalah jika suatu saat kelak saya sudah enggan untuk mengkaji segala hal yang baru, malas bersentuhan dengan dunia luar, terperangkap pada zona nyaman pemikiran. Kalau kata Steven Anh "amit-amit dah Udiiin", siapa Steven Anh? Enggak tau, asal aja saya nulisnya.

Lalu saya teringat dengan diskusi dengan seorang teman dan kakak yang baik, namanya Shinta Saloewa atau yang biasa saya panggil assalamualaikum kalau memulai chat dengan beliau. Kami pernah berdiskusi tentang orang-orang yang dulu terlihat memiliki ide-ide cemerlang tapi seiring berjalannya waktu orang-orang tersebut merasa terlalu nyaman dengan "status" dirinya sehingga menutup dirinya dari hal-hal baru lalu enggan berdamai dengan dinamisnya perubahan, orang-orang seperti inilah yang akan selalu merasa apa yang baginya benar harus benar bagi orang lain, sehingga cenderung tidak rasional dalam menanggapi segala perbedaan.
Sederhananya, kuantitas umur tidak selalu sejalan dengan kualitas mindset.

Saya merasa beruntung, saat ini bergabung di komunitas Pecandu Buku (PB), di komunitas ini saya bertemu dengan anak muda lain dari seantero Indonesia yang memiliki pengetahuan spesial di bidang yang mereka sukai, kami sudah terbiasa berbagi pengetahuan dan informasi apapun, menyenangkan rasanya berkenalan dengan anak-anak muda Indonesia yang tidak apatis terhadap perubahan zaman dan terbuka terhadap hal-hal baru, diskusi-diskusi yang sering ada -dan sering juga saya lewatkan karena keterbatasan waktu- biasanya tentang ideologi, sains, sejarah, teologi, bahkan tips memasak, dan diskusi berlangsung menyenangkan kok seperti biasa kita di tongkrongan ngobrol ngalor ngidul.
Oh iya, kalau kamu mau dan tertarik dengan komunitas yahud ini, coba cek instagram @PecanduBuku atau bisa tanya-tanya ke saya langsung lewat komen yang ada di bawah.

Setidaknya melalui berkenalan dengan teman-teman Pecandu Buku saya sangat optimis bisa berharap satu hal penting:

Saya tidak mau tua secara pemikiran sampai kapanpun.

Amin.





Share:

Kalimat Ayub (Bagian 2)

Ini adalah beberapa quote-quote yang pernah saya bikin di twitter, terkadang bingung kenapa saya bisa bikin quote kaya ini, tapi ketimbang hilang karena tertelan oleh status-status yang lain jadi lebih baik saya masukin blog.

Neng suka kesurupan ngga? Dunia lain lagi on air nih, join yuk buat menyalurkan bakat

Haaalo cantik, gemar sabung ayam juga?

Cowo jaman sekarang kenalan sama cewe aja malu gimana kenalan sama jelangkung

Kalau ada gelar haji bagi yg sudah melaksanakan harusnya ada pula gelar syahadat, solat, zakat, dan puasa. By Pak Syahadat Ayub.

Mengantuk itu manusiawi, karena tabung gas tidak pernah ngantuk

Ada warnet yang nyediain free wifi ngga?

Selalu ada kelewatan 30 menit utk setiap tidur yang direncanakan cuma 15 menit

Karena ketiduran adalah sebagian dari rukun hari libur

Sometimes tunduh itu ngantuk

Kelelawar tidur aja multitasking, merem dan jungkirbalik

Karena lelaki juga ingin dimengerti, khotbah jumat yang tidak lama misalnya

Ketika kamu memotret kemacetan dari dalam mobil dan membagi di medsos lalu mengeluhkannya maka tahu dirilah kalau dirimu juga penyebab macet tersebut

Manjat pagar kosan itu bukan persoalan takut akan ketinggian, tapi takut disangka maling

Oh penemu baso tahu, jasamu kan kuingat slalu

Isilah pagimu dengan kegiatan produktif, ngerakit kapal pesiar dulu ah

Jumat malem gini paling seneng kalo ada yg mau ngirim pulsa 7 juta

Cieee yang bangun kaget tau tau ada di dalam beduk mesjid, cieeee

Jam 11.53 pm, curiga begadang lagi malem ini nungguin solat asar yg masih lama

Semut itu hewan pendiam ya

Orang yang bintangnya aquarius itu kalau beli air putih bilangnya beli aqua

Jadi supir bus malem harus insomnia

Halo KFC, pesen ayam goreng tepung ke km 80 Cipularang, eh km 81, eh sekarang 82, aduh 83, cepetan ya! Pokoknya saya ada di dalem bus yang ban nya item!

Masuki alam mimpi anda... Tapi jangan lupa salam dan yel yel nya

Ngeronda itu ternyata cuma bisa pas malam, pagi enggak, hih pilih kasih


Tengah malem ada acara sirkus di tv, aduh jd pengen beli singa

Selain menjaga kepercayaan, nahan ngiler ketika tidur adalah hal paling sulit untuk dilakukan umat manusia


Kalo lagi di sumber air panas buruan berendam, nanti keburu dingin ga enak

Seminggu sekali hari minggu

Ada masalah itu diselesaikan secara jantan keibuan

Kalo lagi marah itu jangan suka emosian, ga baek

Semalas malasnya kamu pasti rajin kalau bernapas

Kita saling merindu seperti maling cinta mati lampu

Aku kira aku lagi di merkurius, tapi itu ada tukang sate khas bumi lewat, alhamdulillah ternyata perkiraanku salah

Firaun itu anti Amerika, buktinya dia mana pernah makan makanan atau pake produk Amerika

Barusan ketemu senior yg ngospek saya waktu TK belasan taun lalu, udah gede dia sekarang

Suka ngantuk kalo mau tidur mah euy

Pesen Indomie rasa akua galon satu

Eittss bukan muhrim!. Iya, saya Ayub.


Apa yang mendorong abang untuk mencalonkan diri sebagai ketua hijabers community di sini?

Dijual tanah 2 hektar cocok buat dibangun villa, harga belum termasuk ongkir, bisa COD


Kalo ngigau saya biasanya khotbah

Biarpun libur harus diisi hal yang produktif, kursus bahasa kuda misalnya

Lalat itu hewan pendiam, coba kamu ajak ngobrol deh dia pasti malu trus ngejauh

Yang ga hadir tolong angkat tangan biar diabsen

"Eeeh monyet monyet, bikin kaget aja lu" -Sun Go Kong lagi latah

Si Samot sombong sekarang, diajakin minum air raksa udah gamau lagi, mau fokus belajar katanya

Daripada Samot mending mas Irvan sih, suka nraktir makan tapi bayar sendiri-sendiri


Katanya sih pamali malem senin jam 22.35 ngukur panjang tol Cipularang pake penggaris, engga tau juga kenapa, kalo engga percaya coba aja.

Waktu TK jurusan kalian apa?

Hujan gini jadi penasaran nyari warung yang jual balsem buat ngawetin Firaun

"Duluan ayam duluan telur? // Biasanya sih es teh manis" -Obrolan warteg

Real man use one pedal. Tukang jahit.

"Cari duit itu susah, harus banting tulang" -Bintang Smackdown

Pagi pagi gini suka males kalo disuruh berenang dari Cikapundung sampe Sungai Nil

Rainbow cake nya dibikin grayscale aja

Jadi inget temen saya si Didit, dia beli tiket bus di loket tapi sama calo

Kalau lagi markirin mobil suka lupa pake standar dua

Suka curiga supir bus kalo kidal mungkin nginjak pedal gasnya sambil ngadep belakang

Kalau baca doa, solat, dan salam saya sukanya pake bahasa arab

Mau bikin supir angkot bingung itu gampang, mau berhenti jangan bilang kiri tapi kanan, tadi aku nyobain

Bang @garudaindonesia , dari Jakarta ke Senegal ekonomi AC ada tiket berdiri ngga? Kalo yg duduk suka mahal soalnya

Bro @samoouth ikan di akuarium rumah udah dikasih minum belom? Soalnya tadi ogut kelupaan cuma ngasih makan doang

Itu ada orang mau masuk aku bilang sendalnya pake aja gak papa gausah dicopot, tapi dia ga mau, eh iya aku lupa lagi di mesjid.

Si @samoouth ngakunya vegetarian, tapi dikasih ketupat gak mau makan bungkusnya, hih mau enaknya aja

Di KTP ngaku namanya Imam, pas solat jadi makmum

Mesjid di sini gak ada musolanya

Jumatannya di mesjid lantai atas biar bisa lesehan

Tidur itu ibadah, makanya saya dengerin ceramah suka ketiduran biar pahalanya dobel

"si aaaanjink!" -kataku pas nonton film Hachiko

Tuh tiru Bandung Bondowoso, gak sekolah arsitek tapi bisa bangun candi

Go green, karapan sapi to work!


Udah dulu ya... Muah!

Bermain gitar untuk berfilsafat

Share:

Kalimat Ayub (bagian 1)

Barusan habis buka arsip-arsip tulisan, selain status Facebook ternyata saya dulu lumayan sering bikin kalimat di akun media sosial lainnya -biasanya Twitter- yaitu sebagai berikut :

Lampu indikator di dada ultraman kedap kedip. Ternyata itu powerbank.

Ketiduran sambil duduk di kasur adalah perbuatan mubazir

Kangen tahun baru 1754, waktu iphone belom ditemukan

Mau bikin kalimat inspiratif tapi mentok di quote "kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi"

The art of living in big city itu ketika kamu deket halte busway dan nguping tukang somay ngobrolin tentang kalah togel semalem

Naik kereta api tapi bilang kiri kalau mau berhenti adalah suatu hal sia-sia ternyata

Yang sahurnya makan remah remah botol kaca mana suaranyaaa

Percayalah, 24 jam yang lalu adalah waktu yang sama seperti sekarang

Kalau susah tidur gini bawaannya pengen kultwit cara mudah tidur bagi pemula deh

Neng... Kamu jangan mau ya kalo dimiripin sama Dayang Sumbi / kenapa gitu a? / ya masa aa jadi si Tumang???

Lebaran beli sarung yang cuttingannya skinny ah

INI PAKE CAPSLOCK kalo ini ngga

Katanya ikuti kata hati, mau follow akun sendiri aja gabisa

....dan ingatlah, setelah makan banyak biasanya kenyang

Barangsiapa yang hari ini mengingatkan saudaranya untuk saling berlomba maka bisa jadi sekarang adalah 17 agustusan

Kalau Robocop demam dan masuk angin, kasian tukang kerokinnya

Neng Pasti Remot Tipi Ya?
Soalnya Neng Perlu AA
Apaan Tuh? Baterai?
Bukan, Itu Ayub Anggadireja

Kalo ngantuk gini bawaannya pengen berburu musang liar euy

Laki laki itu multitaskingnya jelek, girls... Jangan pernah suruh mereka nimba sumur sambil ngitungin bantalan rel kereta...

Kalo Sama Neng Mah Aa Gak Tau Apa Itu Global Warming Aa Cuma Tau Gombal Malming ❤️❤️

Gara gara liat truk semen, malem ni jadi mikir hal hal berat euy

Malem malem gini jadi pengen wisata kuliner soto monyet liar euy, biar nomnomnom

Satu minggu yang lalu hari minggu

Ukhti... Jangan pernah coba berhijab pake karpet musola ya.. Be yourself pokoknya!

Kelelawar mah enak, mau nongkrong sampe subuh juga ngga disuruh pulang

Paling ga ngerti sama cewe yang selfie pake mesin fotokopi 

Dari tadi malem kalo tidur merem mulu, hih ga kreatif!

Paling gasuka sama supir angkot yang kalo nyetir sambil ngasih makan lumba lumba

Lelaki sejati jam segini suka ngitungin kuman

Kalau lagi ribet gini dikasih duit 500 juta juga saya gakan nolak, sumpah deh

Tidur itu sulit memulai dan mengakhirinya

Kura-kura kayanya enak punya rumah sendiri, tapi di dalamnya gak ada lampus, kasian gelap

Kasihan dia itu, kamu atur buat kamu matikan, namanya alarm

Tadi ketemu orang naik motor megang setangnya pake tangan

Baru aja nyelametin semut yang mau gantung diri, pas udah diturunin dicariin kemana eh gataunya keinjek :( 

Hey girlss cek IG kita yaa ada banyak barang lucu dan murah lhoo buruaaan!! by toko bahan bangunan Sumber Barokah


Biar ada gambarnya



Bersambung...



Share:

Wisuda AnggaDireja

Heyhow teman-teman! Ada kabar baru nih!

Saya kemaren wisuda.




















Udah? Gitu aja?

Ya enggaklaah, kalau cuma gitu jelas bukan ayubanggadirejadotcom tapi tumblr saya yang ada di robocopmenyamar.tumblr.com, eh atau harusnya saya kasih "Astaga!", "Heboh!", "Terbongkar Sudah!" aja kali ya biar kaya portal berita tapi blog yang tinggal dikasih bumbu agama banyak deh yang share, uhuy!

Kemaren saya wisuda, dan ini pengalaman saya merasakan suasana berbeda dengan di Indonesia.

Wih, apa saja itu? Langsung saya ceritain ya...

Percaya enggak, meskipun saya sudah wisuda tapi saya belum sidang? Bahkan belum selesai tesisnya? Harus percaya laaah.

Lho? Kenapa?

Jadi, di Taiwan itu unik, wisuda di sini bukan dihitung dari sudah atau belumnya kita menyelesaikan skripsi/tesis, tapi berdasarkan angkatan. Begini contohnya, saya masuk kuliah di sini angkatan 2014, nah normalnya mahasiswa S2 menyelesaikan studi selama 2 tahun, jadi saya beserta teman-teman angkatan lain harus wisuda tahun 2016 seperti sekarang.
Sama halnya jika saya mahasiswa S1 yang masuk pada tahun 2014, maka normalnya saya akan diwisuda pada tahun 2018 alias 4 tahun setelahnya.

Di Taiwan, wisuda hanyalah seremonial saja, bukan berarti saya sudah menyelesaikan studi, saya bahkan punya teman yang sudah wisuda sejak 2 tahun lalu tapi sampai sekarang belum juga lulus karena keasyikan kerja dan tesisnya belum diselesaikan. Menarik ya?

Meskipun hanya seremonial, tapi prosesi wisuda di sini tetap dianggap hal yang sakral seperti di Indonesia, jelas keluarga para mahasiswa datang untuk menyaksikan langsung prosesi ini, tapi yang pasti tidak ada photo booth ataupun paparazi dadakan yang akan jual foto kita seharga 15ribu rupiah yang kalau sudah sepi bisa kita tawar jadi hanya 5 ribu atau 10rb untuk 3 lembarnya.

Hal yang saya kagumi dari prosesi wisuda di sini adalah efisiensi dari segala hal terutama ruangan,waktu, dan pakaian.

Wisuda di kampus saya dilakukan di gedung serbaguna, ukuran gedungnya tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, hmm kira-kira 4x lapangan futsal, tapi kalau gedung itu digunakan untuk seluruh fakultas dan wisudawan dari bachelor, master, dan PhD jelas tidak akan mencukupi.

Gedung serbaguna sebagai tempat wisuda


Lalu bagaimana cara mensiasatinya?

Prosesi wisuda dibagi menjadi 3 bagian, dalam hari yang sama ada yang jadwal pagi, siang, dan sore.  Selain memudahkan pengaturan jadwal juga memperlancar arus kendaraan pengunjung di dalam kampus sehingga tumpukan di lapangan parkir bisa dihindari dan kendaraan yang parkir bisa digantikan oleh kendaraan pengunjung yang akan datang di sesi selanjutnya.
Simpel, bukan?

Nah, fakultas management tempat saya belajar dapat jadwal siang, bersama 4 orang teman yang lain yang berasal dari Indonesia wisuda di sesi ini.

Saya dan 4 orang teman Indonesia lainnya


Dimulai tepat pukul 10.30, wisuda sesi ke dua dimulai, saya agak kaget karena prosesi wisuda dimulai oleh seorang berpakaian militer yang maju ke tengah tempat wisuda, semacam memberi laporan ke pemimpin upacara Senin gitu.
Nah setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Taiwan, saya tidak hapal lagunya jadi hanya diam saja, kalau di Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan sambil hormat ke bendera maka di Taiwan mereka menyanyikan sambil menghadap bendera nasional yang di sampingnya terpampang foto Chiang Kai Sek, founding father Taiwan, setelah menyanyikan lagu mereka menundukkan badan untuk memberi penghormatan kepada bapak Soekarno nya Taiwan.

Sebelum wisuda dimulai foto dulu, biar khidmat


Seperti lazimnya prosesi seremonial, wisuda di sini juga diisi oleh sambutan dari pejabat-pejabat kampus tapi yang saya kenal hanyalah President Yang (rektor), meskipun pejabat penting tapi sambutan tidak berlangsung lama bahkan President sempat menyanyikan sebuah lagu yang saya tebak hymne kampus saya, mungkin bertujuan agar acara tidak berlangsung membosankan, salut!

President Yang sedang memberi sambutan

Namanya juga Taiwan, efisiensi adalah hal utama di sini, termasuk soal waktu, kalau di Indonesia prosesi pemindahan tali toga dilakukan satu persatu dengan memanggil nama seluruh wisudawan ke atas panggung, maka di Taiwan justru sebaliknya, para Chairman (kalau di Indonesia setara dengan dekan) tiap department yang mendatangi ke bangku wisudawan untuk proses simbolik pemindahan tali toga dan memberi selamat, bayangkan ada berapa banyak waktu yang bisa dihemat ketimbang para wisudawan dipanggil satu persatu ke depan.

Ini Chairman department saya yang datang ke bangku wisudawan


Hal yang paling saya sukai dari wisuda ini adalah acara yang harusnya formal bisa berlangsung secara santai dan fun terutama dari penampilan. Ketika S1 dulu semacam ada keharusan bagi setiap wisudawan untuk mengenakan pakaian formal, sedangkan di Taiwan? Memang semua mengenakan pakaian wisuda lengkap dengan toga, tapi pakaian lainnya mereka sangat santai, ada yang mengenakan celana pendek, kaos, dan sepatu olahraga saat wisuda, sama sekali tidak terkesan kaku! Justru saya yang merasa kaku karena saat itu saya mengenakan kemeja, celana chino, dan sepatu kulit, hahaha

Tongsis mah tetaap

Bersama chairman department saya

Ini profesor paling asoy, setiap kelasnya pasti beliau bawa teh atau kopi buat diminum rame-rame

Ini profesor statistik, aduh saya sering ketiduran di kelasnya

Share:

Seni Patah Hati.

Beberapa hari ini saya melihat ada hal menarik di Path saya, salah seorang teman sering memakai lagu-lagu galau sebagai postingan now listeningnya, dengan bermodalkan sok tahu level master Limbad ngisi khotbah saya simpulkan teman saya itu sedang patah hati, eh ternyata bener! Karena saat saya lihat Instagramnya dia baru saja mengakhiri hubungan dengan kekasihnya.

Kalau mau melanjutkan ghibah sih sebenarnya saya bisa kasih tahu siapa teman saya itu, tapi janganlah... Selain kamu toh tidak kenal juga kasihan dia, orang patah hati harusnya dihibur, sayang saya sekarang sedang di Taiwan, andai saya di Indonesia pasti sudah saya hibur dia dengan kebolehan saya mengigau sambil tadarus.

Ngomong-ngomong patah hati nih, saya jelas pernah mengalaminya, tapi saya lebih suka menyebut patah hati adalah salah satu fase yang nyatanya sama seperti jatuh cinta, karena sama-sama bisa dinikmati.

Kamu mungkin bingung apa maksud saya patah hati bisa dinikmati.

Begini Rudolfo, jika dipersentasekan, berapa banyak sih orang yang menyukai patah hati? Pasti jauh lebih sedikit ketimbang jatuh cinta, bukan? Tapi nyatanya fase patah hati itu adalah seni, kamu tidak harus mengerti kenapa bisa terjadi meskipun nyatanya kamu bisa menikmati diam di kamar selama berhari-hari, melamun, bahkan menangis hanya untuk fase menyebalkan ini.

Intinya, patah hati itu jangan dihindari, tapi dinikmati sampai dirimu bosan hingga akhirnya merasa cukup untuk mengakhirinya dan semuanya kembali menjadi seperti biasa.

Sayapun begitu, saat patah hati hal yang membuat saya nyaman dan bisa menikmatinya adalah dengan mendengarkan musik, sebuah lagu bisa saya putar berulang kali sampai bosan, setidaknya hal itu bisa membuat saya lebih baik ketimbang tidak saya lakukan.

Sumber : Instagram @komikazer


Nah, oleh karena itu kali ini saya ingin membagi beberapa lagu yang pernah saya dengarkan ketika ketika saya di fase ini, lagu-lagu ini sengaja saya pilih dari musisi Indonesia, karena kalau lagu dari musisi luar pastinya kamu sudah banyak yang tahu.
Semua lagu ini subjektivitas saya, genre pun beragam, tinggal kamu dengar mana yang paling cocok dengan seleramu, siapa tahu bisa jadi alternatif kalau kelak kamu patah hati.


 Langsung saja ya?

Bismillah,
 
Inilah lagu-lagu patah hati paling yahud versi Mamang Ayub :

1.  ((AUMAN)) - BrokenHardRock

((AUMAN)) adalah salah satu band heavy metal terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, saya adalah fans berat band yang berasal dari Palembang ini, tadinya saya kira jika mereka merilis album maka lirik lagunya tidak akan jauh dari kerasnya jalanan, maklum saya berkenalan dengan band ini lewat lagu W.K.G.G yang "beraroma" jalanan-alkohol-dan senjata tajam, tapi dugaan saya salah karena di album Suar Marabahaya ternyata mereka menyisipkan lagu dengan lirik ala band emo, singkatnya lagu BrokenHardRock ini adalah lagu heavy metal berlirik emo paling asyik yang pernah saya nikmati.

Oh iya, lagu ini paling yahud dinikmati kalau patah hatimu karena ditinggal seseorang tanpa alasan yang jelas, kemarahan dan sakit hati dalam balutan heavy metal!

"You try to be my compass, but I don't need your guide
Tell me I'm losing grip, but hey I'm on my way
I'm not the one, you said..and left me in the cold.
well, this one for you,
this BrokenHardRock Blues."

Foto ((AUMAN)) di Bandung Berisik 2013 yang saya ambil saat masih sebagai wartawan musik, ini konser ((AUMAN)) pertama dan terakhir yang pernah saya saksikan langsung karena pada awal 2015 kemarin mereka memutuskan untuk bubar. :((


2. Cause - Abyss 


Saya tahu band asal Bogor ini dari Soundcloud, biasalah... Kalau blog ada istilah blogwalking, nah kalau Soundcloud apa ya? Ah pokoknya begitulah, intinya saya suka dengar musik-musik baru dari Soundcloud (meskipun cuma sebagai pengguna pasif).

Abyss ini lagu Cause pertama yang saya dengar, semacam jatuh cinta dari first listening gitu, kalau kamu suka jenis musik perpaduan indie pop-folk-britpop mungkin band ini cocok buatmu, dan kalau lagi pengen melonkalis indies lagu Abyss ini bisa dijadikan rujukan, serius!

"I cannot breath the weights too heavy
There's no chance of you get by the side of me
You're way beyond the places i forgot to remember
That inside my world there is an abyss
Inside my eyes there is an abyss
Inside my eyes you've created an abyss"





3. Pee Wee Gaskins - Just Friends

Kamu pasti tahulah dengan band ini, saya mendengarkannya sejak 2008 karena penasaran majalah HAI yang pernah memasukkannya sebagai band indie terlaris di masa itu, sampai sekarang saya masih mendengarkan Pee Wee Gaskins karena musiknya selaras dengan usia saya.
Oh iya, salah satu alasan kenapa saya suka PWG adalah saat pertama mendengarkan lagu di EP nya di kala saya SMA, musik dan lirik mereka sangat high school pop punk sehingga langsung cocok dengan kuping saya saat itu.

Seiring berjalannya waktu, musik mereka saat ini jauh lebih dewasa tanpa harus menghilangkan warna pop punk yang menjadi pondasi mereka. Nah, lagu Just Friends ini sebetulnya bercerita tentang hubungan yang ternyata tidak lebih sebagai persahabatan, sebetulnya liriknya tidak terlalu "menyayat", tapi tanggal dirilisnya lagu ini sangat tepat -iya, kebetulan sekali- ketika saya dekat dengan seseorang yang pada akhirnya saya sadar nyaman bagi kami nyatanya hanya sebagai teman, istilah zaman sekarang Friendzone kali ya?

Lagu ini ada 4 versi, yang pertama rilis, lalu yang versi akustik, versi orkestra, dan yang terakhir adalah versi yang dimuat dalam album terbaru mereka : A Youth Not Wasted.
Saya sudah dengar semua versi, tapi yang menjadi favorit saya tetap versi yang paling pertama kali rilis, jadi yang saya posting ini adalah versi pertama yaaa.

"To every sleepless nights we’ve spent
Talking about our lives and understand
How you said that i’m one in a million"



4. The Adams - Just


Sebetulnya ini bukan lagu patah hati, justru ini lagu tentang kekaguman.

Tapi lagu ini justru saya nikmati saat saya patah hati.

Kenapa?

Jadi saya dulu pernah menjalin hubungan dengan seseorang dan salah satu hal yang kami sukai adalah berbagi lagu gombal puitis gitu, nah lagu ini adalah salah satu yang pernah saya bagi dan saya muat di playlist khusus yang isinya lagu-lagu hasil sharing kami berdua. Ini adalah lagu yang selalu menemani saya setiap kali akan menjemput dan mengantarnya pulang ketika kami bepergian ke manapun.

Tapi, karena ketidakcocokan kami berdua akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Patah hati? Jelas... Dan bodohnya saya saat itu masih menyimpan lagu ini di playlist handphone, sehingga di fase berpisah itu saya malah mendengarkan lagu ini dan langsung muncul kenangan sebelum kami berpisah.

Semacam paradoks emosional atas halusinasi kenangan yang saya nikmati.

FYI, konon ini salah satu lagu terumit yang pernah dibuat The Adams, cara menikmati lagu ini adalah dengan menelan cabikan lirik yang dipadu dengan sayatan lead gitar di seluruh lagu.

"I want you hold me tight
I'll keep you satisfied
I hope that will be no more fight
Forever and ever by my side"



5. Fiersa Besari - April

Entah berapa banyak orang yang mengenal Fiersa Besari melalui karyanya yang ini, termasuk saya.

Menurut saya pribadi ini adalah lagu Fiersa Besari dengan lirik yang paling "moderat" dibanding karyanya yang lain, mengingat seniman asal Bandung ini sangat unik karena beberapa lagunya memang ada yang berlirik sangat cheesy-crunchy (Celengan Rindu, Hidup Kan Baik-Baik Saja) tapi ada juga dengan lirik yang membuat saya penasaran dari mana dia mendapatkan inspirasi seni merangkai kalimat sehingga menjadi kesatuan lirik yang keren! (Edelweiss, Rumah, Kau).
Lagu ini secara lirik Ibarat kopi yang tidak terlalu pahit tapi tidak terlalu manis, bukan persoalan rasa (lirik) tapi bagaimana menikmatinya.

Dengarkan lagu ini saat hatimu sedang mengharu biru, maka kamu akan mengerti apa maksud saya tentang keunikan dari Fiersa Besari.

"Coba tanya hatimu sekali lagi,
Sebelum engkau benar-benar pergi,
Masihkah ada aku di dalamnya?"



6. Melancholic Bitch - Tentang Cinta

Melancholic Bitch (Melbi) adalah band yang membuat saya yakin kalau kata yang tepat untuk Yogyakarta hanya satu : seni.
Sebagai penggemar berat dan pengoleksi album-albumnya, saya belum menemukan satupun lagu yang liriknya tanpa menggunakan metafora.

Lagu Tentang Cinta ini adalah lagu yang paling "ringan" secara lirik, karena cukup mudah untuk dimengerti.
Kalau Efek Rumah Kaca menelurkan lagu Cinta Melulu sebagai kritik mereka terhadap lagu-lagu cinta, maka lewat lagu ini Melbi justru mengkritisi orang yang jatuh cinta.

Setidaknya ini adalah lagu Indonesia terbaik yang pernah saya dengar ketika saya memutuskan cukup saat saya di fase akhir patah hati, tepatnya sih ini merupakan lagu yang menampar secara halus, karena toh hidup tidak selalu soal cinta, masih banyak yang bisa dilakukan.

Yeah, lets say it's a move on song.

"Tentang cinta yang membusuk di lagu-lagu
Tentang cinta yang “betapa ku merindukanmu”
Tentang cinta yang dengki dan kelam membisu
Tentang cinta yang tak juga habis-habis, tak kan juga habis-habis."

Melancholic Bitch di konser spesialnya di Bandung, beberapa tahun lalu.

Cuma pamer kalau saya punya kaos Melbi.


7. The Panasdalam - Salam Mantan

Semasa S1 di Bandung saya adalah salah satu simpatisan The Panasdalam, dengan imam besar Haji Mabrur Pidi Baiq saya memiliki dua kewarganegaraan, yaitu warga NKRI dan warga negara The Panasdalam Serikat.

Bukti kewarganegaraan The Panasdalam Serikat, ini KTP saya.

Sebagai simpatisan garis keras saya jelas bergabung dengan pasukan berani hidup di bawah bendera FPIKHB (Front Pembela Islam Kristen Hindu Buddha) sehingga kalau kamu lihat foto-foto saya sekitar 4-5 tahun lalu sebagian besar mengenakan kaos The Panasdalam karena saya kenal A Deni Mai sebagai penyalurnya.

Eh, ini kan cerita tentang lagu patah hati, oke deh balik ke topik asal.

The Panasdalam nyatanya juga sebuah band yang diisi oleh Haji Pidi Baiq, dengan prinsip "Majulah Musik Thailand" The Panasdalam sudah menelurkan banyak lagu yang memainkannya harus manusia karena semut tidak bisa.

Nah, lagu Salam Mantan ini adalah lagu The Panasdalam yang paling cocok untuk menemani kamu ketika sedang patah hati,
Saya tulis deh liriknya, tapi kamu juga harus dengar ya lagunya!

Kalau bertemu dengan dirinya, sampaikan salam dari mantannya.
Tolong sampaikan juga maaf dariku pernah bilang Si Anjing! padanya.
Sedang menurut aku pacar barunya seperti monyet merah pantatnya
 

*Kalau kamu mau tahu kejeniusan Pidi Baiq dalam menulis lirik untuk patah hatimu, coba cari lagunya yang berjudul Librani.



Share: