Warisan Pengarsipan

Jika bepergian kemanapun, ambillah foto dirimu dengan latar tempat tersebut, ini bukan persoalan narsis atau norak, tapi tentang pengarsipan cerita kehidupanmu.

Kelak anak ataupun cucumu akan melihat fotomu entah di gunung, pantai, atau landmark kota, dan percayalah, mereka akan bangga memajang fotomu dan bahkan menyandingkannya jika mereka memiliki foto di tempat yang sama.

***

Saya tidak pernah berinteraksi langsung dengan kakek, beliau meninggal sewaktu saya berumur 3 bulan, saya adalah cucu terakhir yang dilihat/diketahui beliau, dan ada 5 cucu beliau yang lahir setelah saya.

Tapi ibu, tante, dan paman saya dapat bercerita panjang tentang kakek hanya dengan menunjukkan sebuah foto, setidaknya sebuah foto mempermudah saya untuk mengimajinasikan sifat kakek, andai tidak ada satupun foto, tentu saya akan kesulitan untuk membayangkan sosok pekerja keras tersebut. Bayangkan, ada banyak hal yang dapat saya banggakan dari beliau hanya dari selembar foto

***

Zaman sudah berubah, teknologi pendokumentasian sangat mudah didapatkan, sayangnya kita cenderung anggap remeh tentang pengarsipan.
Ingat, ada generasi belasan bahkan puluhan tahun akan datang yang ingin tahu apa yang kita lakukan hari ini.

Maka dari itu, biasakan untuk menyimpan baik-baik dokumentasimu, saat kamu wisuda, anakmu belajar berjalan, dan saat berwisata dengan keluarga kecilmu, karena kelak kamu dan mereka akan merindukan hari ini.



Foto sekitar tahun '71

Karena mama anak keempat, jadi posisinya di urutan keempat dari kiri



*tulisan random doang, tapi asik ye jadi script iklan hard disk?

Share:

0 komentar:

Posting Komentar